Minggu lalu, Google meluncurkan Google Apps. Seperti biasa, ini sebuah kejutan. Setelah sebelumnya meluncurkan GMail, Spreadsheet, Docs, Calendar, dan Reader, sekarang semua fasilitas tersebut bisa dibundel dalam satu portal: Google Apps.
Anda dapat menulis dokumen di Docs, menganalisis data di Spreadsheet, menyimpan jadwal di Calendar, dan kemudian melakukan sharing dengan rekan atau kolega lain. Dengan Google Apps, fasilitas tersebut ditambah dengan web space, web hosting, dan web template dimana semua fitur diakses dalam satu portal menggunakan domain milik Anda sendiri.
Tampaknya Google Apps tidak saja akan mengurangi kue Yahoo atau Microsoft MSN, tetapi juga segera mematikan pebisnis hosting menengah dan kecil. Berikut beberapa analisisnya:
Gratis. Jika Anda menggunakan account personal atau pendidikan maka bisa diperoleh gratis. Space tidak masalah, minimal sama dengan account GMail yang 2 GB. Untuk keperluan bisnis, bisa didapat $50/user/tahun dengan berbagai fasilitas tambahan seperti Single SignOn atau Integration API. Seperti biasa, related ads akan tampil pada account gratisan.
Dapat menggunakan domain anda sendiri. Malu menggunakan GMail.Com? Maka Anda dapat membeli domain dengan harga $7-$10 per tahun dan Google Apps akan menjadi web hosting Anda. Ini jelas bahaya besar buat para pemain hosting menengah dan kecil.
Reliability dan uptime. Pebisnis hosting biasanya mengandalkan server yang disewa di AS atau IIX, tanpa fasilitas backup dan redundancy kelas enterprise seperti Google. Server hosting Anda mungkin down 5-10 menit dalam 1 bulan, sedangkan Google cuma down 15 menit per tahun
.
Google juga menyediakan layanan registrasi domain! Perlu diketahui bahwa Google Apps mengharuskan Anda memiliki domain sendiri. Jika Anda belum memiliki domain, dapat langsung mendaftar di Google dengan biaya $10/tahun. Bayangkan jika ada 1000 user per hari yang mendaftar di Google Apps?
Integrasi dengan layanan Google lain. Anda sudah memiliki email di GMail, maka bisa langsung diintegrasikan. Sudah memiliki mailing list di Googlegroups? Atau mungkin sudah menggunakan calendar, Docs, dan Spreadsheet.
Kolaborasi. Bayangkan skenario berikut: Anda menggunakan Google Apps untuk menghosting situs sekolah atau user group. Semua kolaborasi bisa dilakukan di sana. Tersedia web template untuk membangun website, dan bisa melakukan sharing file atau dokumen. Semuanya dilengkapi dengan versioning dan historical changes. Layanan ini sangat penting untuk perusahaan yang menginginkan solusi manajemen dokumen, penjadwalan, dan kolaborasi.
SEARCH, ini adalah kekuatan utama Google. Semua konten diindex dan bisa dicari dengan mudah. Googling saja…
Referal, Anda akan mendapat $5 jika merekomendasikan pengguna lain.
Bagaimana prospek Google Apps ke depan?
Berdasarkan daftar fitur yang dipublikasikan Google, saat ini mereka sedang bekerja untuk menyelesaikan beberapa fitur integrasi dan migrasi. Ini sangat penting jika Google Apps ingin menembus pasar korporat dan enterprise. Antara lain:
Single SignOn, ya single signon!. Bisa diintegrasikan dengan Active Directory Windows atau LDAP, maupun sistem Authentikasi lain.
Email Gateway, mampu melakukan parsing dan redirect email. Ini penting jika sebuah perusahaan sudah memiliki mail server (Exchange, Lotus Notes, Exim, dll) tetapi ingin menggunakan Google Apps. Bahkan antar muka GMail dengan segala kemudahan search bisa dimanfaatkan dengan tetap menggunakan mail server Anda sendiri.
Email migration, jika pelanggan ingin berpindah ke mail engine Gmail.
Dibandingkan dengan SharePoint Server 2007, fitur-fitur kolaborasi dan dokumen manajemen Google Apps jelas belum ada apa-apanya saat ini. SharePoint 2007 mampu melakukan routing dokumen, workflow, versioning, dan integrasi dengan MS Office. Tetapi bukan tidak mungkin Google Apps akan menjadi pilihan alternatif. Mengapa? Karena tidak perlu menginstall apapun untuk membuat sebuah portal kolaborasi. Tinggal register, bayar $50/user/tahun (account korporat) dan siap dimainkan. Dengan SharePoint 2007, pengguna harus menginstall server, menyediakan hardware, dan tentu saja membayar lisensi server windows.
Tampaknya Microsoft perlu benar-benar mewaspadai perkembangan Google Apps. Dengan kekuatan search dan sistem internet based, layanan baru ini bukan tidak mungkin sedikit demi sedikit mulai menggerus pasar SharePoint Server, dan dalam jangka panjang : Microsof Office, produk yang menyumbangan lebih dari 50% revenue ke Microsoft.
Pesan untuk pebisnis hosting: waspadalah
.
Untuk sekolah, user group, atau komunitas, ini adalah alternatif hosting murah, meriah, dan reliabel. Anda bisa menyediakan email untuk para anggota dengan gratis, dan mendapat memanfaat dari semua fitur Google Apps. Tentu saja jika menginginkan fitur-fitur portal yang lebih spesific, tetap lebih baik menyewa space hosting, dan bukan Google Apps
.