Archive for the ‘Management’ Category.

Google Apps: Mematikan pebisnis hosting?

Minggu lalu, Google meluncurkan Google Apps. Seperti biasa, ini sebuah kejutan. Setelah sebelumnya meluncurkan GMail, Spreadsheet, Docs, Calendar, dan Reader, sekarang semua fasilitas tersebut bisa dibundel dalam satu portal: Google Apps.

Anda dapat menulis dokumen di Docs, menganalisis data di Spreadsheet, menyimpan jadwal di Calendar, dan kemudian melakukan sharing dengan rekan atau kolega lain. Dengan Google Apps, fasilitas tersebut ditambah dengan web space, web hosting, dan web template dimana semua fitur diakses dalam satu portal menggunakan domain milik Anda sendiri.

Tampaknya Google Apps tidak saja akan mengurangi kue Yahoo atau Microsoft MSN, tetapi juga segera mematikan pebisnis hosting menengah dan kecil. Berikut beberapa analisisnya:

Gratis. Jika Anda menggunakan account personal atau pendidikan maka bisa diperoleh gratis. Space tidak masalah, minimal sama dengan account GMail yang 2 GB. Untuk keperluan bisnis, bisa didapat $50/user/tahun dengan berbagai fasilitas tambahan seperti Single SignOn atau Integration API. Seperti biasa, related ads akan tampil pada account gratisan.

Dapat menggunakan domain anda sendiri. Malu menggunakan GMail.Com? Maka Anda dapat membeli domain dengan harga $7-$10 per tahun dan Google Apps akan menjadi web hosting Anda. Ini jelas bahaya besar buat para pemain hosting menengah dan kecil.

Reliability dan uptime. Pebisnis hosting biasanya mengandalkan server yang disewa di AS atau IIX, tanpa fasilitas backup dan redundancy kelas enterprise seperti Google. Server hosting Anda mungkin down 5-10 menit dalam 1 bulan, sedangkan Google cuma down 15 menit per tahun :) .

Google juga menyediakan layanan registrasi domain! Perlu diketahui bahwa Google Apps mengharuskan Anda memiliki domain sendiri. Jika Anda belum memiliki domain, dapat langsung mendaftar di Google dengan biaya $10/tahun. Bayangkan jika ada 1000 user per hari yang mendaftar di Google Apps?

Integrasi dengan layanan Google lain. Anda sudah memiliki email di GMail, maka bisa langsung diintegrasikan. Sudah memiliki mailing list di Googlegroups? Atau mungkin sudah menggunakan calendar, Docs, dan Spreadsheet.

Kolaborasi. Bayangkan skenario berikut: Anda menggunakan Google Apps untuk menghosting situs sekolah atau user group. Semua kolaborasi bisa dilakukan di sana. Tersedia web template untuk membangun website, dan bisa melakukan sharing file atau dokumen. Semuanya dilengkapi dengan versioning dan historical changes. Layanan ini sangat penting untuk perusahaan yang menginginkan solusi manajemen dokumen, penjadwalan, dan kolaborasi.

SEARCH, ini adalah kekuatan utama Google. Semua konten diindex dan bisa dicari dengan mudah. Googling saja…

Referal, Anda akan mendapat $5 jika merekomendasikan pengguna lain.

Bagaimana prospek Google Apps ke depan?

Berdasarkan daftar fitur yang dipublikasikan Google, saat ini mereka sedang bekerja untuk menyelesaikan beberapa fitur integrasi dan migrasi. Ini sangat penting jika Google Apps ingin menembus pasar korporat dan enterprise. Antara lain:

Single SignOn, ya single signon!. Bisa diintegrasikan dengan Active Directory Windows atau LDAP, maupun sistem Authentikasi lain.

Email Gateway, mampu melakukan parsing dan redirect email. Ini penting jika sebuah perusahaan sudah memiliki mail server (Exchange, Lotus Notes, Exim, dll) tetapi ingin menggunakan Google Apps. Bahkan antar muka GMail dengan segala kemudahan search bisa dimanfaatkan dengan tetap menggunakan mail server Anda sendiri.

Email migration, jika pelanggan ingin berpindah ke mail engine Gmail.

Dibandingkan dengan SharePoint Server 2007, fitur-fitur kolaborasi dan dokumen manajemen Google Apps jelas belum ada apa-apanya saat ini. SharePoint 2007 mampu melakukan routing dokumen, workflow, versioning, dan integrasi dengan MS Office. Tetapi bukan tidak mungkin Google Apps akan menjadi pilihan alternatif. Mengapa? Karena tidak perlu menginstall apapun untuk membuat sebuah portal kolaborasi. Tinggal register, bayar $50/user/tahun (account korporat) dan siap dimainkan. Dengan SharePoint 2007, pengguna harus menginstall server, menyediakan hardware, dan tentu saja membayar lisensi server windows.

Tampaknya Microsoft perlu benar-benar mewaspadai perkembangan Google Apps. Dengan kekuatan search dan sistem internet based, layanan baru ini bukan tidak mungkin sedikit demi sedikit mulai menggerus pasar SharePoint Server, dan dalam jangka panjang : Microsof Office, produk yang menyumbangan lebih dari 50% revenue ke Microsoft.

Pesan untuk pebisnis hosting: waspadalah :) .

Untuk sekolah, user group, atau komunitas, ini adalah alternatif hosting murah, meriah, dan reliabel. Anda bisa menyediakan email untuk para anggota dengan gratis, dan mendapat memanfaat dari semua fitur Google Apps. Tentu saja jika menginginkan fitur-fitur portal yang lebih spesific, tetap lebih baik menyewa space hosting, dan bukan Google Apps ;) .

SuperwebSecrets.com:: Cara Mudah Dapat Uang?

Akhir-akhir ini ajakan mendapatkan uang banyak via internet tanpa kerja keras nampaknya mulai marak kembali.  Inbox saya dipenuhi ajakan dengan dengan berbagai variasi metode. Yang lebih mengejutkan, ternyata penyedia jaringan pertemanan terkenal Friendster juga menampilkan iklan popup yang sangat menyolok dari superwebsecrets.com. Seharusnya situs sebesar Friendster membatasi materi iklan hanya untuk yang benar-benar memiliki konten bisnis, dan bukan sejenis arisan berantai, money game, atau mirip-mirip tipuan.

Hal ini terjadi ketika saya membuka Friendster dari lokasi dengan IP Singapore. Iklan tersebut terlihat sangat professional, menampilkan wanita muda yang telah berhasil mendapatkan ratusan ribu dollar hanya dengan bekerja ringan 1-2 jam per hari via internet. Tawaran ini sangat menggiurkan, dan biasanya menarik korban para pemakai internet pemula yang masih awam dengan mekanisme e-business sebenarnya.

Berikut adalah beberapa ciri umum bisnis internet yang benar-benar dapat valid dan memiliki produk yang jelas:

  1. Bisnis tersebut memiliki basis bisnis konvensional dan menggunakan internet sebagai media pemasaran atau manajemen pelanggan. Misalnya Amazon (toko buku), Ebay (balai lelang), Bhinneka (toko komputer).
  2. Bisnis tersebut memiliki produk jasa yang dapat dikirimkan via internet misalnya pembuatan dan jual beli sofware, web hosting, nama domain, atau jual beli ebook.
  3. Anda dapat menjadi affiliate dari bisnis tersebut (no.1 dan 2 diatas), dan mendapatkan keuntungan dari diskon penjualan produk. Affiliate bertindak seperti reseller dalam bisnis konvensional.
  4. Jenis affiliate lain yang tidak menjual produk adalah Google Adsense, yaitu turut serta memasang iklan dari service Google, dan mendapatkan komisi dari setiap klik banner di situs Anda.

Sedangkan jebakan money game atau arisan berantai biasanya memiliki ciri-ciri berikut:

  1. Menganjurkan merekrut anggota baru secara agresif.
  2. Iklan atau keterangan di situsnya selalu menekankan jumlah uang yang dapat diperoleh dengan cepat, tanpa bekerja keras. Tidak dijelaskan dengan detail tentang mekanisme bisnis dan jenis produk yang dijual.
  3. Anda diminta menjadi anggota dengan membayar biaya tertentu, dan mendapatkan welcome kit yang biasanya berisi petunjuk cara merekrut anggota baru dan memasarkan “produk”.

Biasanya moneygame seperti ini tidak memiliki produk yang jelas. Anda mendapatkan produk yang sebenarnya bukan produk. Biasanya berupa ebook petunjuk melakukan iklan dan rekrutmen anggota baru, serta software aplikasi untuk membuat materi marketing dan melakukan spamming di internet.

Kiat Diskusi Sehat di Mailing List

pictureyahooTidak dapat dipungkiri bahwa saat ini mailing list merupakan salah satu media utama para pengguna internet. Berbagai topik diskusi tersebar di banyak penyedia jasa milis baik Yahoogroups, GoogleGroups, maupun yang dihosting sendiri oleh server komunitas.

Ternyata berdiskusi lewat milis dapat menjadi jenjang karir apabila dilakukan dengan serius dan penuh tanggung jawab. Sebut saja tokoh-tokoh IT Indonesia saat ini seperti Bang Onno, Pak BR, Bung RSW, ST’O, Priyadi, Steven Haryanto dan tokoh-tokoh lain yang semuanya berakar dari aktivitasnya di berbagai milis. Di bidang non IT terdapat Bondan Winarno dari milis JalanSutra yang terkenal dengan review berbagai tempat makan yang enak dan menyenangkan.

Tetapi masih banyak para anggota milis yang belum memahami dengan baik netiket diskusi di dunia maya. Hal ini tidak hanya terjadi pada para anggota pemula, tetapi juga dilakukan oleh banyak anggota senior yang sedang terpancing emosinya. Perilaku berdiskusi seseorang sangat membantu membentuk milis yang nyaman, serta meningkatkan senioritas seseorang di dalam komunitas.

Tulisan ini berusaha memberikan beberapa pedoman umum untuk berdiskusi secara sehat di milis, berdasarkan pengalaman menjadi moderator beberapa milis dan bahan bacaan yang sesuai. Saya menggunakan sudut pandang milis IT sebagai studi kasus, namun netiket ini juga bisa diterapkan di milis non IT.

Pertama, hindari subyek email yang tidak mencerminkan masalah.
Subyek email sepertinya merupakan sesuatu yang sangat sederhana, tetapi banyak moderator milis akan langsung menghapus email karena subyek yang tidak jelas. Hindari subyek yang tidak menggambarkan masalah, seperti: “Tolong dong”, “Error MS Word”, “Koneksi putus”, dan sejenisnya. Manfaatkan subyek untuk mendeskripsikan masalah secara singkat, misalnya:

  • WinXp Sp1 gagal join domain W2K server
  • Win2000 blue screen setelah ganti VGA Card GForce 64MB
  • Error koneksi ASP.NET 2.0-MySQL dengan ODBC.NET

Jangan lupa untuk selalu menyertakan pesan error yang ditemui, beserta konfigurasi software/hardware yang terkait.

googleKedua, Jangan menggunakan kata “Urgent”, “Mendesak”, atau kalimat yang memaksa.
Banyak pengguna milis mengirimkan pertanyaan yang isinya setengah memaksa anggota lain untuk menjawab pertanyaannya. Subyek email disertai dengan embel-embel “urgent”, “penting”, dan sejenisnya. Logikanya adalah: semua anggota yang posting di milis pasti sedang terdesak dan urgent, karena mereka tidak mampu memecahkan masalahnya sendiri. Jadi tidak perlu lagi menambah subyek “urgent” diemail Anda. Siapa yang peduli? anggota lain juga sedang urgent kok :) .
Isi email yang memaksa meminta jawaban juga tidak akan mendapat simpati dari anggota lain. Semua orang sama-sama sibuk dengan pekerjaannya. Jadi kalau pertanyaan Anda tidak ditanggapi, mungkin anggota lain sedang sibuk, atau memang masalah Anda terlalu sulit sehingga tidak ada yang mampu menjawab.

Ketiga, Jangan melontarkan pertanyaan jika Anda belum mencarinya di mesin pencari.
Jika Anda menemukan suatu masalah, cari terlebih dahulu jawabannya lewat mesin pencari google, yahoo, atau MSN. Pelajari terlebih dahulu duduk perkaranya sebelum melontarkan pertanyaan. Dengan demikian pertanyaan menjadi lebih berbobot, dan pengetahuan juga semakin bertambah. Bobot diskusi di milis juga semakin meningkat, tidak memboroskan bandwith untuk posting yang sebenarnya tidak perlu dibahas. Keterampilan menggunakan mesin pencari merupakan keahlian yang wajib dikuasai oleh setiap pekerja IT.

Keempat, baca arsip milis sebelum melontarkan pertanyaan.
Seringkali ditemukan pertanyaan yang sama disampaikan berulang-ulang. Hal ini tentu saja membuat gerah anggota lain, dan memboroskan bandwith untuk pembicaraan yang tidak perlu. Setiap milis tentu memiliki arsip yang bisa dibaca dan memiliki fasilitas searching untuk memudahkan pencarian.
YahooGroups, GoogleGroups, MSN, semuanya menyediakan arsip. Jika Anda tidak yakin mengetahui letak arsip milis, bertanyalah dengan sopan mengenai lokasi arsip milis yang Anda ikuti. Hal ini jauh lebih dihargai daripada melontarkan pertanyaan yang pernah dibahas sebelumnya.

Kelima, coba dulu dan bertanya kemudian.
Banyak anggota milis yang malas mencoba, tetapi terus menerus bertanya mengenai teknik melakukan sesuatu. Hal ini merupakan kesalahan besar, dan membuat anggota lain malas menanggapi pertanyaan. Cobalah teknik yang telah didapatkan dari arsip milis, jawaban anggota lain, ataupun dari referensi lain. Jika ternyata menemui error atau kesulitan, lontarkan pertanyaan dengan jelas disertai pesan error yang didapatkan. Hindari kebiasaan “banyak bertanya, malas bereksperimen”.

Keenam, Lakukan posting sesuai topik milis.
Jangan sekali-kali menyampaikan pertanyaan atau posting di luar konteks milis. Misalnya menyampaikan pertanyaan jaringan komputer di milis ilmukomputer-programming. Atau menanyakan topik PHP di milis jug-indonesia yang membicarakan pemrograman Java.

Ketujuh, baca dan patuhi aturan milis
Milis yang dikelola baik akan selalu dipantau moderatornya. Ada moderator yang menyampaikan peringatan secara terbuka, ada pula yang langsung menghapus posting yang dianggap melanggar tanpa peringatan. Jika posting Anda tidak muncul di milis, maka mawas dirilah, mungkin Anda sudah melanggar peraturan milis :) .

Kedelapan, jangan mengirimkan spam ke milis.
Spam adalah email sampah yang tidak diharapkan oleh penerimanya. Banyak anggota milis bergabung hanya untuk mengirimkan ajakan “berbisnis” money piramid, arisan berantai, dan sejenisnya. Posting jenis ini akan langsung dihapus tanpa peringatan, terutama di milis yang termoderasi dengan baik.

Banyak pula anggota yang tidak pernah nimbrung dalam diskusi, tetapi memiliki hobby mengirimkan iklan produk-produknya dengan eksplisit. Tindakan ini akan dianggap sebagai egoisme oleh anggota lain, karena seseorang yang tidak pernah ikut berkontribusi dalam diskusi dengan mudahnya mengambil keuntungan dengan posting-posting iklan.

Beberapa milis masih mengijinkan iklan dalam taraf tertentu, misalnya untuk kegiatan komunitas dan sosial, sebaiknya Anda terlebih dahulu mengirim email ke moderator untuk meminta ijin tentang posting-posting seperti ini.

Bagaimana beriklan di milis?
Beriklan di milis membutuhkan seni tersendiri, sehingga tidak mengganggu anggota lain yang sedang berdiskusi. Dalam tulisan yang akan datang, akan saya coba tuliskan beberapa tips beriklan lewat milis secara sehat dan tidak mengganggu.

Delapan pedoman diatas lebih banyak untuk bertanya, bagaimana aturan menjawab pertanyaan dan diskusi di milis?
Insya Allah akan saya tuliskan dalam kesempatan lain, mengenai berbagai tips menjawab pertanyaan di milis.

Bahan bacaan lebih lanjut,
Silakan membaca tulisan Eric Raymond, yang menjelaskan dengan detil tata cara bertanya secara “smart” di milis.
How To Ask Questions The Smart Way.

Selamat Berdiskusi :)

Resign dengan Baik dan Benar

Resign telah menjadi fenomena baru di kalangan orang kantoran. Ada banyak alasan untuk resign, misalnya mendapat pekerjaan baru, tidak cocok dengan atasan, meneruskan sekolah, atau menikah dan full time menjadi ibu rumah tangga. Apapun alasan Anda untuk resign, sebaiknya tetap menggunakan cara-cara yang dapat diterima semua pihak. Dalam pengalaman saya selama lebih dari 7 tahun di dunia kerja, saya telah banyak menjumpai berbagai kasus resign baik yang dilakukan dengan cara baik-baik, maupun yang menimbulkan sakit hati kedua belah pihak (pekerja dan pengusaha). Tulisan ini memberikan beberapa tips untuk melakukan “successfull resign” :)

Pertama, pastikan Anda telah memiliki tujuan pasti setelah mengundurkan diri. Kasus umum yang terjadi adalah telah mendapat pekerjaan baru yang lebih menjanjikan baik dari segi gaji maupun pengambangan karir. Jangan sekali-kali mengambil keputusan resign hanya karena alasan emosional dan personal. Misalnya Anda kurang cocok dan terlibat perselisihan dengan atasan atau rekan sekerja. Banyak anak muda yang secara egois berniat membela harga diri, dan serta merta keluar dari tempat kerja karena alasan-alasan tersebut. Tentu saja tidak dengan cara baik-baik, dan tidak melalui prosedur pemberitahuan 1 bulan sebagaimana tercantum di Undang Undang Ketenagakerjaan.

Kedua, ajukan surat pengunduran diri 1 bulan sebelumnya. Ini sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, dan baik secara etika. Sebagai karyawan yang memiliki tugas dan tanggungjawab, Anda tentu memiliki banyak pekerjaan yang belum terselesaikan ketika mengajukan pengunduran diri. Waktu 1 bulan ternyata cukup pendek untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang tersisa serta menyerahkan pekerjaan tersebut ke pengganti Anda. Bos Anda juga perlu waktu untuk merekrut pegawai pengganti. Saya banyak menemukan kasus dimana pemberitahuan hanya dilakukan 1 minggu sebelumnya, atau bahkan 1 hari sebelumnya. Hal ini sangat tidak etis disamping melanggar aturan perundangan. Sebagai karyawan yang selalu rutin menerima gaji bulanan, adalah suatu kewajiban moral untuk memberitahukan dengan baik-baik tentang rencana Anda kepada perusahaan. Waktu 1 bulan juga cukup bagi Bos Anda untuk berpikir, mungkin memberikan kenaikan gaji atau tawaran baru untuk mempertahankan agar Anda tidak resign :)

Selesaikan dan buat serah terima pekerjaan.
Buatlah agenda serah terima pekerjaan tersebut, untuk dipindahkan ke rekan kerja lain atau ditangani atasan. Jika kebetulan Anda seorang atasan, maka perlu membuat laporan ke direksi mengenai berbagai pekerjaan pending yang harus diselesaikan. Buatlah daftar mana yang bisa Anda selesaikan, dan pekerjaan mana yang harus diteruskan pengganti Anda.

Siapkan Pengganti
Jika Anda seorang atasan, ada baiknya mulai menyiapkan pengganti ketika Anda mulai berniat meninggalkan pekerjaan sekarang. Salah satu kesuksesan pemimpin adalah apabila mampu menyiapkan pengganti. Mungkin anak buah Anda sekarang tidak bisa 100% menggantikan posisi tersebut. Tetapi paling tidak telah terjadi transfer knowledge dan wewenang, sehingga kondisi pekerjaan Anda tidak kacau balau setelah ditinggalkan. Banyak rekan merasa bangga apabila pekerjaan dan departemennya kacau setelah ditinggalkan. Mereka berkata “lihat tuh, setelah saya tinggal jadi berantakan”. Saya menilai hal ini sebagai egois dan tidak professional. Anda tidak perlu melakukan sabotase atau pengacauan untuk menunjukkan kemampuan. Rekan kerja dan atasan akan lebih respek apabila Anda mampu melakukan pergantian personel secara mulus tanpa goncangan.
Tentu saja suatu bagian akan pincang sesaat setelah ditinggalkan personel kunci, tetapi jika pergantian tersebut telah disiapkan maka akan mudah kembali ke posisi normal. Banyak rekan berkata “ngapain gua pikirin, itu bukan urusan saya!”. Saya justru berpikir sebaliknya. Jika Anda professional, maka memikirkan kesinambungan pekerjaan setelah Anda tinggalkan adalah salah satu etika utama seorang professional.

Jangan menjelekkan tempat kerja lama.
Apapun pengalaman Anda di tempat baru, hindarilah menjelek-jelekkan tempat kerja lama Anda. Bagaimanapun Anda telah bekerja di sana, mendapatkan pengalaman, dan menerima gaji bulanan. Bersikaplah professional dan proporsional. Jika ada yang bertanya tentang tempat kerja lama Anda, jawablah dengan professional. Anda dapat menjawab secara obyektif, baik sisi negatif maupun posisitf. Tetapi menonjolkan sisi negarif dan menambahkan bumbu persepsi personal, akan menjadikan anda seorang penggosip daripada seorang professional. Rekan dan atasan di tempat baru juga tidak akan merasa nyaman jika Anda terus bercerita negatif tentang masa lalu Anda. Atasan baru Anda akan berpikir, bahwa suatu saat Anda juga akan menjelekkan dirinya jika Anda pindah ke tempat kerja lain :) .

Rezeki Berjamaah yang Tidak Adil

Baru-baru ini mas Eko budhi. S menginformasikan kepada saya tentang sebuah progam berinfaq yang agak mirip sistem money pyramid. Program ini berlokasi di http://infaqjamai.com, segera saya browse dan membaca seluruh isi situs tersebut. Saya merenung apakah cara berinfaq dan mendapatkan rezeki dengan model tersebut halal secara syariat dan etis secara bisnis.

Masalah halal dan haram dari segi syar’i bukanlah kompetensi saya, hal ini lebih afdol jika MUI atau organisasi Islam lain yang memutuskan. Saya hanya ingin memberikan review dari sudut pandang etika bisnis dan ekonomi, tentu saja dalam kacamata seorang awam dan bukan pakar ekonomi. Berikut ini adalah berbagai pertimbangan mengapa saya lebih memilih tidak berinfaq melalui infaqjamai.com:

Pertama, banner situs ini dengan jelas menampilkan Ustadz Didin yang merupakan ketua Baznas. Sangat jelas sekali bahwa InfaqJamai.Com ingin menyatakan sebagai bagian resmi dari Baznas untuk menarik pengunjung situs bergabung ke program tersebut. Dalam taut Sitemap > Manajemen Infaqjamai, tertulis bahwa InfaqJamai dikelola oleh Baznas. Saya kemudian membuka http://baznas.or.id untuk melakukan cross cek. Dalam kategori menu Majalah Baznas Edisi Januari 2006 terdapat taut InfaqJamai, tetapi ketika diklik tidak menampilkan data apapun. Mungkin halaman tersebut error atau memang belum diisi. Saya tidak berhasil menemukan keterangan lebih lanjut tentang infaqjamai di situs Baznas. Seharusnya infaqjamai tertulis dengan jelas sebagai salah satu produk disamping program Dinnar dan SMS Infaq.

Saya juga sudah mengirimkan pertanyaan ke Baznas via email kontak dan forum, tetapi belum mendapatkan jawaban sampai saat ini. Kemudian saya coba mengirim SMS kepada petugas penjemputan zakat yang nomornya tertulis di web baznas dan menanyakan hubungan infaqjamai.com dengan baznas. Beberapa saat kemudian saya menerima reply singkat: “justru portal tersebut adalah milik baznas”. Kesimpulan: Infaqjamai.com nampaknya memang bagian dari Baznas, tetapi tidak ada penjelasan detil mengenai hirarki kedua lembaga ini. Kalaupun ternyata Infaqjamai.com memang merupakan produk resmi dan milik baznas, saya tetap termasuk orang yang tidak setuju dengan pengumpulan dana infaq/zakat menggunakan cara-cara yang mengarah money pyramid seperti ini.

Kedua, Keikhlasan Anda akan diragukan jika mengirim infaq/zakat melalui program ini. Memang hanya ALLAH SWT yang mengetahui keikhlasan hati seseorang. Namun dengan logika paling sederhana sekalipun, sangat sulit mempercayai keikhlasan 100% jika Anda mengirim infaq yang disertai iming-iming mendapatkan penghasilan pasif dari merekrut member baru sebagai downline. Bagi seorang muslim, cukuplah iming-iming pahala dari ALLAH SWT sebagai satu-satunya hadiah dalam berinfaq/zakat.

Ketiga, Bonus rezeki berjamaah yang disebutkan infaqjamai diragukan keabsahannya. Dalam ekonomi islam, Keadilan adalah kata kunci utama. Dalam sholat berjamaah, baik imam maupun makmum akan mendapat pahala 27 kali lipat. Tidak demikian halnya jika Anda mengikuti program infaqjamai yang mirip money pyramid ini. Sebagaimana tertulis dalam skema sistem di situs tersebut, anda memerlukan 59049 member dalam jaringan Anda (sebagai downline) untuk mendapatkan penghasilan sebesar 37,200,240 per bulan. Jika total pelanggan Mentari dan IM3 adalah 5 juta (silakan cross cek ke Indosat) maka hanya akan ada 100 orang yang mendapatkan rezeki 37 juta per bulan. Mustahil bagi member yang berada di level bawah untuk naik lagi level atas dan mendapat penghasilan lebih tinggi, karena semua pemilik nomor HP telah menjadi member. Artinya, setelah jumlah member mencapai titik jenuh, hanya akan ada 100 orang yang mendapat rezeki tertinggi, sisanya silakan gigit jari. Kondisi ini tentu saja bertentangan dengan prinsip keadilan dalam ekonomi syariah maupun etika bisnis. Ciri ketidakadilan seperti ini adalah salah satu indikasi money pyramid.

Keempat, proporsi dana infaq dan rezeki berjamaah.
Infaqjamai akan memotong Rp.8800 dari pulsa Anda jika berinfaq melalui produk ini. Alokasinya adalah Rp.2800 untuk dana rezeki berjamaah, dan Rp.6000 untuk infaq. Terus terang saya agak ragu dengan alokasi ini. Sepengetahuan saya, operator seluller (dalam hal ini Indosat) akan memotong 50% dari setiap transaksi SMS premium yang masuk. Produk seperti ini termasuk kategori Premium SMS dari sudut pandang operator. Artinya operator seluler akan memotong 50% dari dana sebesar Rp.8800 yaitu sebesar Rp.4400. Jika dikurangi dengan dana rezeki berjamaah Rp.2800, maka tersisa Rp.1600 sebagai dana infaq. Jadi Anda berinfaq lebih kecil dari dana yang digunakan untuk mendapat rezeki :) . Mungkin saja infaqjamai sudah melakukan loby khusus dengan pihak operator untuk menghindari skema 50% tersebut, sehingga perhitungan saya tersebut salah. Silakan diklarifikasi apabila ada skema/perjanjian khusus dalam kasus ini.

Kelima, penggunaan nama Joko Susilo dalam contoh SMS
Entah karena kebetulan atau disengaja, nama Joko Susilo yang digunakan dalam contoh SMS Infaqjamai.com ternyata sama dengan nama seseorang yang sudah lama menjadi praktisi money pyramid dengan label internet marketing. Silakan Anda googling nama joko susilo, maka Anda segera mahfum siapa beliau :)

Berdasarkan berbagai alasan diatas, saya memilih tidak berinfaq melalui jalur ini. Program Dinnar atau SMS Infaq dari Baznas yang tidak diembel-embeli dengan bonus rezeki jauh lebih menarik bagi saya. Sekali lagi, saya sama sekali tidak menggunakan sudut pandang halal/haram dari segi syariah dalam tinjauan ini, karena area tersebut bukan kompetensi saya.

Saya menyarankan kepada Baznas untuk mengkaji ulang program ini sebagai salah satu media pengumpulan dana. Disamping ada kecenderungan money pyramid, program ini juga dapat menimbulkan efek negatif mendukung budaya ingin cepat kaya tetapi malas berikhtiar. Program ini juga tidak sustainable, karena suatu saat akan mencapai titik jenuh.