Apr
25th

Kiat Diskusi Sehat di Mailing List

Files under Management | Posted by mca

pictureyahooTidak dapat dipungkiri bahwa saat ini mailing list merupakan salah satu media utama para pengguna internet. Berbagai topik diskusi tersebar di banyak penyedia jasa milis baik Yahoogroups, GoogleGroups, maupun yang dihosting sendiri oleh server komunitas.

Ternyata berdiskusi lewat milis dapat menjadi jenjang karir apabila dilakukan dengan serius dan penuh tanggung jawab. Sebut saja tokoh-tokoh IT Indonesia saat ini seperti Bang Onno, Pak BR, Bung RSW, ST’O, Priyadi, Steven Haryanto dan tokoh-tokoh lain yang semuanya berakar dari aktivitasnya di berbagai milis. Di bidang non IT terdapat Bondan Winarno dari milis JalanSutra yang terkenal dengan review berbagai tempat makan yang enak dan menyenangkan.

Tetapi masih banyak para anggota milis yang belum memahami dengan baik netiket diskusi di dunia maya. Hal ini tidak hanya terjadi pada para anggota pemula, tetapi juga dilakukan oleh banyak anggota senior yang sedang terpancing emosinya. Perilaku berdiskusi seseorang sangat membantu membentuk milis yang nyaman, serta meningkatkan senioritas seseorang di dalam komunitas.

Tulisan ini berusaha memberikan beberapa pedoman umum untuk berdiskusi secara sehat di milis, berdasarkan pengalaman menjadi moderator beberapa milis dan bahan bacaan yang sesuai. Saya menggunakan sudut pandang milis IT sebagai studi kasus, namun netiket ini juga bisa diterapkan di milis non IT.

Pertama, hindari subyek email yang tidak mencerminkan masalah.
Subyek email sepertinya merupakan sesuatu yang sangat sederhana, tetapi banyak moderator milis akan langsung menghapus email karena subyek yang tidak jelas. Hindari subyek yang tidak menggambarkan masalah, seperti: “Tolong dong”, “Error MS Word”, “Koneksi putus”, dan sejenisnya. Manfaatkan subyek untuk mendeskripsikan masalah secara singkat, misalnya:

  • WinXp Sp1 gagal join domain W2K server
  • Win2000 blue screen setelah ganti VGA Card GForce 64MB
  • Error koneksi ASP.NET 2.0-MySQL dengan ODBC.NET

Jangan lupa untuk selalu menyertakan pesan error yang ditemui, beserta konfigurasi software/hardware yang terkait.

googleKedua, Jangan menggunakan kata “Urgent”, “Mendesak”, atau kalimat yang memaksa.
Banyak pengguna milis mengirimkan pertanyaan yang isinya setengah memaksa anggota lain untuk menjawab pertanyaannya. Subyek email disertai dengan embel-embel “urgent”, “penting”, dan sejenisnya. Logikanya adalah: semua anggota yang posting di milis pasti sedang terdesak dan urgent, karena mereka tidak mampu memecahkan masalahnya sendiri. Jadi tidak perlu lagi menambah subyek “urgent” diemail Anda. Siapa yang peduli? anggota lain juga sedang urgent kok :).
Isi email yang memaksa meminta jawaban juga tidak akan mendapat simpati dari anggota lain. Semua orang sama-sama sibuk dengan pekerjaannya. Jadi kalau pertanyaan Anda tidak ditanggapi, mungkin anggota lain sedang sibuk, atau memang masalah Anda terlalu sulit sehingga tidak ada yang mampu menjawab.

Ketiga, Jangan melontarkan pertanyaan jika Anda belum mencarinya di mesin pencari.
Jika Anda menemukan suatu masalah, cari terlebih dahulu jawabannya lewat mesin pencari google, yahoo, atau MSN. Pelajari terlebih dahulu duduk perkaranya sebelum melontarkan pertanyaan. Dengan demikian pertanyaan menjadi lebih berbobot, dan pengetahuan juga semakin bertambah. Bobot diskusi di milis juga semakin meningkat, tidak memboroskan bandwith untuk posting yang sebenarnya tidak perlu dibahas. Keterampilan menggunakan mesin pencari merupakan keahlian yang wajib dikuasai oleh setiap pekerja IT.

Keempat, baca arsip milis sebelum melontarkan pertanyaan.
Seringkali ditemukan pertanyaan yang sama disampaikan berulang-ulang. Hal ini tentu saja membuat gerah anggota lain, dan memboroskan bandwith untuk pembicaraan yang tidak perlu. Setiap milis tentu memiliki arsip yang bisa dibaca dan memiliki fasilitas searching untuk memudahkan pencarian.
YahooGroups, GoogleGroups, MSN, semuanya menyediakan arsip. Jika Anda tidak yakin mengetahui letak arsip milis, bertanyalah dengan sopan mengenai lokasi arsip milis yang Anda ikuti. Hal ini jauh lebih dihargai daripada melontarkan pertanyaan yang pernah dibahas sebelumnya.

Kelima, coba dulu dan bertanya kemudian.
Banyak anggota milis yang malas mencoba, tetapi terus menerus bertanya mengenai teknik melakukan sesuatu. Hal ini merupakan kesalahan besar, dan membuat anggota lain malas menanggapi pertanyaan. Cobalah teknik yang telah didapatkan dari arsip milis, jawaban anggota lain, ataupun dari referensi lain. Jika ternyata menemui error atau kesulitan, lontarkan pertanyaan dengan jelas disertai pesan error yang didapatkan. Hindari kebiasaan “banyak bertanya, malas bereksperimen”.

Keenam, Lakukan posting sesuai topik milis.
Jangan sekali-kali menyampaikan pertanyaan atau posting di luar konteks milis. Misalnya menyampaikan pertanyaan jaringan komputer di milis ilmukomputer-programming. Atau menanyakan topik PHP di milis jug-indonesia yang membicarakan pemrograman Java.

Ketujuh, baca dan patuhi aturan milis
Milis yang dikelola baik akan selalu dipantau moderatornya. Ada moderator yang menyampaikan peringatan secara terbuka, ada pula yang langsung menghapus posting yang dianggap melanggar tanpa peringatan. Jika posting Anda tidak muncul di milis, maka mawas dirilah, mungkin Anda sudah melanggar peraturan milis :).

Kedelapan, jangan mengirimkan spam ke milis.
Spam adalah email sampah yang tidak diharapkan oleh penerimanya. Banyak anggota milis bergabung hanya untuk mengirimkan ajakan “berbisnis” money piramid, arisan berantai, dan sejenisnya. Posting jenis ini akan langsung dihapus tanpa peringatan, terutama di milis yang termoderasi dengan baik.

Banyak pula anggota yang tidak pernah nimbrung dalam diskusi, tetapi memiliki hobby mengirimkan iklan produk-produknya dengan eksplisit. Tindakan ini akan dianggap sebagai egoisme oleh anggota lain, karena seseorang yang tidak pernah ikut berkontribusi dalam diskusi dengan mudahnya mengambil keuntungan dengan posting-posting iklan.

Beberapa milis masih mengijinkan iklan dalam taraf tertentu, misalnya untuk kegiatan komunitas dan sosial, sebaiknya Anda terlebih dahulu mengirim email ke moderator untuk meminta ijin tentang posting-posting seperti ini.

Bagaimana beriklan di milis?
Beriklan di milis membutuhkan seni tersendiri, sehingga tidak mengganggu anggota lain yang sedang berdiskusi. Dalam tulisan yang akan datang, akan saya coba tuliskan beberapa tips beriklan lewat milis secara sehat dan tidak mengganggu.

Delapan pedoman diatas lebih banyak untuk bertanya, bagaimana aturan menjawab pertanyaan dan diskusi di milis?
Insya Allah akan saya tuliskan dalam kesempatan lain, mengenai berbagai tips menjawab pertanyaan di milis.

Bahan bacaan lebih lanjut,
Silakan membaca tulisan Eric Raymond, yang menjelaskan dengan detil tata cara bertanya secara “smart” di milis.
How To Ask Questions The Smart Way.

Selamat Berdiskusi :)


6 Responses to “Kiat Diskusi Sehat di Mailing List”

  1. By Norhasman on Apr 26, 2006 | Reply

    Saya amat berminat untuk mengetahi cara untuk membagunkan website berasaskan PHPa dan juga cara untuk membangunkan sistem database yang mengunakan PHP dan SQL saya harap boleh tujuk ajar saya

  2. By smurf on Apr 26, 2006 | Reply

    pingin tau situs windows 2003 server….

  3. By kusyandi on Apr 26, 2006 | Reply

    Sulit menghindari pertanyaan yang kita sendiri tidak tahu harus mencari kemana, mungkin sebaiknya moderator atau rekan lain cukup menanggapinya dengan saran untuk mencari di milis dengan petunjuk keyword tertentu bukan menghakimi ketidak tahuan pengguna dengan menghapus postingnya. Mungkin untuk sebagian besar senior dibutuhkan kearifan dalam menyikapi pertanyaan yang kadang diluar standar mereka.
    Setidaknya tulisan ini dapat bermanfaat bagi kami-2 yang masih pemula terutama yang baru merasakan manfaat milis.

  4. By abe on May 6, 2006 | Reply

    semuanya udah terangkum di peraturan milis IKC..
    kalau gag salah yah? ;)

  5. By vianton on Jun 9, 2006 | Reply

    Saya harus memulai dari mana yah untuk belajar ASP.Net 2.0?

  6. By zulkifli on Nov 20, 2006 | Reply

    ini merupakan wadah yang tepat untuk saling memberi informasi, baik yang sudah mengerti banyak atau yang belum mengerti apa-apa. inilah saat untuk saling memberi dan menerima.

Post a Comment